Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Desember 2008

Krengsengan Tiap Idul Adha

Akhirnya Idul Adha yg ditunggu-tunggu datang juga.

Mari mengumandangkan takbir...
Allahu Akbar.... Allahu Akbar.... Allahu Akbar.....
Lailahailallah Huallahu akbar............
Allahu Akbar Walilla Ilham................

Oya nih mau bagi2 pengalaman and resep masakan sekali2 boleh kan..... hehehe........
Tiap tahun pazti dpt kambing kurban nie.... Aq punya prosesi yg tiap taun selalu kujalani.. Walah... hehehe.....
Prosesi apa ya??????


1. Sholat Ied (Pazti Lah)
2. MASAK KRENGSENGAN KAMBING

Inilah my most favorite food..... Makanan wajib IDUL ADHA Hmmm...
Kedengaran namax ajah aq pazti langsung nafsu nich. Maksudnya nafsu untuk makan.. hehehe.......

Nie salah satu resep memasak krengsengan yg enak beudh atuh.......



Krengsengan kambing




KRENGSENGAN KAMBING

Bahan :
300 grm daging kambing, iris tipis
2 bh tomat, cincang halus
2 bh cabe merah, iris serong
4 sdm kecap manis
1 sdm petis udang *opt*
1 sdm minyak untuk menumis
100 ml air

Bumbu halus :
5 butir bawang merah
4 siung bawang putih
5 bh cabe rawit
1/2 sdt merica
1 sdt garam

Cara membuat :
Tumis bumbu halus sampai harum
Masukan daging, masak sampai berubah warna
Tambahkan tomat cincang, kecap dan cabe iris aduk rata
Tuangi air dan masak dengan api kecil sampai daging empuk dan kuah mengental




Gmana nie puas dengan resepnya kagag????
Selamat menikmati............

Oyaaa.... lupha....
KOKOH ONLINE mengucapkan met IDUL ADHA 1429 H.........
Mari Berkorban demi Kebaikan.......



Read More..

Sabtu, 06 Desember 2008

Pahala Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 bulan Dzulhijah pada kalender Islam Qamariyah/Hijriyah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji.



Kesunnahan puasa Arafah tidak didasarkan adanya wukuf di Arafah oleh jamaah haji, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah. Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia tidak sama dengan di Saudi Arabia yang hanya berlainan waktu 4-5 jam. Ini tentu berbeda dengan kelompok umat Islam yang menghendaki adanya ‘rukyat global’, atau kelompok yang ingin mendirikan khilafah islamiyah, dimana penanggalan Islam disamaratakan seluruh dunia, dan Saudi Arabia menjadi acuan utamanya.

Keinginan menyamaratakan penanggalan Islam itu sangat bagus dalam rangka menyatukan hari raya umat Islam, namun menurut ahli falak, keinginan ini tidak sesuai dengan kehendak alam atau prinsip-prinsip keilmuan. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Qamariyah atau Hijriyah berlaku secara nasional, yakni rukyat yang diselenggarakan di dalam negeri masing-masing dan berlaku satu wilayah hukum. Ini juga berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW sendiri. (Lebih lanjut tentang hal ini silakan klik di rubrik Syari’ah dan Iptek)

Penentuan hari arafah itu juga ditegaskan dalam Bahtsul Masa’il Diniyah Maudluiyyah pada Muktamar Nahdlatul Ulama XXX di Pondok Pesantren Lirboyo, akhir 1999. Ditegaskan bahwa yaumu arafah atau hari Arafah yaitu tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan kalender negara setempat yang berdasarkan pada rukyatul hilal.

Adapun tentang fadhilah atau keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً


Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)

Para ulama menambahkan adanya kesunnahan puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits lain, bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan bahwa hadits ini dloif (tidak kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.

Selain itu, memang pada hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa untuk menjalankan ibadah seperti puasa. Abnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِيْ أَياَّمُ اْلعُشْرِ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهُ فَلَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ


Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid. (HR Bukhari)

Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan bagi yang tidak menjalankan ibadah haji di tanah suci. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa Ramadhan.

Bagi kaum Muslimin yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan juga disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari lain yang disunnahkan untuk berpuasa. Maka ia akan mendapatkan dua pahala sekaligus, yakni pahala puasa wajib (qadha puasa Ramadhan) dan pahala puasa sunnah. Demikian ini seperti pernah dibahas dalam Muktamar NU X di Surakarta tahun 1935, dengan mengutip fatwa dari kitab Fatawa al-Kubra pada bab tentang puasa:

يُعْلَمُ أَنَّ اْلأَفْضَلَ لِمُرِيْدِ التََطَوُّعِ أَنْ يَنْوِيَ اْلوَاجِبَ إِنْ كَانَ عَلَيْهِ وَإِلَّا فَالتَّطَوُّعِ لِيَحْصُلَ لَهُ مَا عَلَيْهِ


Diketahui bahwa bagi orang yang ingin berniat puasa sunnah, lebih baik ia juga berniat melakukan puasa wajib jika memang ia mempunyai tanggungan puasa, tapi jika ia tidak mempunyai tanggungan (atau jika ia ragu-ragu apakah punya tanggungan atau tidak) ia cukup berniat puasa sunnah saja, maka ia akan memperoleh apa yang diniatkannya. sumber: NU Online

Read More..

Rabu, 03 Desember 2008

Nenek-Nenek Tak Bisa Masuk Surga

Pada suatu hari, seorang wanita tua datang kepada Nabi Muhammad S.A.W. Wanita tua ini minta didoakan kepada Nabi Muhammad.

"Belum tahukah Ibu bahwa surga tertutup bagi wanita-wanita tua?" kata Nabi sengaja menggoda.
Mendengar sabda Nabi Muhammad itu, kontan si nenek menangis meraung-raung.

Nabi pun tersenyum, lalu beliau bersabda, "Tenang, tenang. Apakah Anda belum pernah membaca firman Allah:
"Kami jadikan perempuan-perempuan surga itu menjadi gadis-gadis perawan yang penuh gairah cinta dan sebaya" (Q.S: Al Waqiah 35-37).

Setelah mendengar sabda Nabi itu, barulah si nenek menghentikan tangisnya dan tertawa gembira.

Read More..

Kokoh Online © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO